Marketing Management Class of Bintang Godrej Indonesia

Renita Anggraini D. 

Student on Class of Marketing Management in program Bintang Godrej Indonesia 2014

Bogor Agricultural University

 

 

Lecturer Prof Dr Ir Ujang Sumarwan, MSc

Dr. Ir. Kirbrandoko, MSM

www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

sumarwan@mb.ipb.ac.id

Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima

Picture2

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.

Picture3

 

 

Class Notes on Tuesday, August 12th 2014 Lecture

 

In Mr. Ujang Sumarwan’s class, I got knowledge that I never get before. To be known that I’m majoring in Marine Science. Mr. Ujang have a different method for teaching about marketing, it’s called 2 ways communication. He always asked about our opinion, and I’m very enjoy in his class.

Marketing concepts.

Mr. Ujang told us “Someone who is expert in Marketing, so they will rule the world”, examples of concrete American dominance. Marketing is all about creativity. Marketers need creativity for segmenting the market and the target. Marketers need creativity to develop a product strategy. Marketers need creativity to knowing what is needed, what is wanted, and what the benefits. Marketers also need creativity for mixing those all with 4P (Price, Product, Place, Promotion). All marketers will study the same theoretical concepts from any marketing text book, e-book, however each marketer will apply those concepts with different approaches, different taste, styles of communications, and programs and activities.

Competition Analysis and Marketing Strategies.

There are 5 strength deciding the intensity of competition, those are threat of the new entrants, bargaining of supplier position, pressure of the product substitute, and bargaining of buyer, which the 4 components connected to the industry competition.

That was very valuable lesson, which is Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc. as an expert down directly to teach us about marketing, that would be very useful for my job in sales and marketing.


Resume Ekologi Laut Tropis


1. ADAPTASI

Adaptasi adalah cara bagaimana makhluk hidup mengatasi tekanan lingkungan sekitarnya untuk tetap hidup dengan baik. Makhluk hidup yang mampu beradaptasi terhadap lingkungannya mampu untuk:
– memperoleh air, udara dan nutrisi (makanan).
– mengatasi kondisi fisik lingkungan seperti temperatur, cahaya dan panas.
– mempertahankan hidup dari musuh alaminya. bereproduksi.
– merespon perubahan yang terjadi di sekitarnya.

Jenis-Jenis Dan Macam-Macam Adaptasi

1. Adaptasi Morfologi

Adaptasi morfologi adalah penyesuaian pada organ tubuh yang disesuaikan dengan kebutuhan makhlup hidup itu sendiri. Misalnya seperti gigi pada binatang karnivora yang bentuknya runcing dan tajam untuk mempermudah saat makan (mencabik) daging. Sedangkan gigi pada binatang herbivora bentuknya tidak runcing dan tajam karena giginya lebih banyak dipakai untuk mengunyah rumput dan tanaman.

2. Adaptasi Fisiologi

Adaptasi fisiologi adalah penyesuaian fungsi fisiologi suatu organisme untuk mempertahankan hidupnya. Seperti contoh  pada cumi-cumi yang bisa menyemburkan tinta dari kantong tintanya untuk kamuflase ketika dalam keadaan terancam (musuh) sehingga ketika musuh terkena tinta, si cumi-cumi ini dapat melarikan diri dan terhindar dari musuh.

3. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi tingkah laku ini merupakan penyesuaian diri untuk bertahan hidup yang didasarkan pada tingkah laku. Contohnya migrasi pada ikan salem. Ikan salem raja di Amerika Utara melakukan migrasi untuk mencari tempat yang sesuai untuk bertelur. Ikan ini hidup di laut. Setiap tahun, ikan salem dewasa yang berumur empat sampai tujuh tahun berkumpul di teluk disepanjang Pantai Barat Amerika Utara untuk menuju ke sungai. Saat di sungai, ikan salem jantan mengeluarkan sperma di atas telur-telur ikan betinanya. Setelah itu ikan dewasa biasanya mati. Telur yang telah menetas untuk sementara tinggal di air tawar. Setelah menjadi lebih besar mereka bergerak ke bagian hilir dan akhirnya ke laut

2. EVOLUSI

Evolusi pada dasarnya berarti proses perubahan dalam jangka waktu tertentu. Dalam konteks biologi yang modern, evolusi berarti perubahan sifat-sifat yang diwariskan dalam suatu populasi organisme dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sifat-sifat yang menjadi dasar dari evolusi dibawa oleh gen yang diwariskan pada keturunan suatu makhluk hidup. Sifat baru dapat diperoleh dari perubahan gen oleh mutasi, transfer gen antar populasi, seperti dalam migrasi, atau antar spesies seperti yang terjadi pada bakteria, serta kombinasi gen melalui reproduksi seksual. Dan dalam teori evolusi terdapat empat akar utama dalam teori evolusi yaitu :

a. Earth History – Sejarah bumi (Geologi)

b. Life’s History – Ilmu tentang mahluk hidup

c. Mechanisms of Evolution – Mekanisme evolusi

d. Development & Genetics – Perkembangan dan Genetika

Meskipun teori evolusi yang selalu identik dengan Charles Darwin, namun sebenarnya biologi evolusi telah berakar sejak zaman Aristoteles. Namun demikian, Darwin adalah ilmuwan pertama yang mencetuskan teori evolusi yang telah banyak terbukti mapan menghadapi pengujian ilmiah. Sampai saat ini, teori Darwin tentang evolusi yang terjadi karena seleksi alam dianggap oleh mayoritas masyarakat sebagai teori terbaik dalam menjelaskan peristiwa evolusi.

3. ENERGI

Merupakan kemampuan untuk melakukan kerja yang didapat dari pengubahan materi.

Hukum Termodinamika I : energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk lainnya.

Hukum Termodinamika II : setiap terjadi perubahan bentuk energi pasti terjadi degredasi energi dari bentuk energi yang terpusat menjadi bentuk energi yang terpancar.

Sumber :

http://eug3n14.wordpress.com/2009/10/05/adaptasi-evolusi-variasi-dan-keanekaragaman-hayati/

http://www.forumsains.com/biologi-smu/pengertian-adaptasi/

 

untuk Relung, Habitat, Suksesi Primer & Sekunder, dan Faktor Pembatas akan dijelaskan di http://efasilvia.wordpress.com/🙂


Pengaruh Cahaya pada Warna Laut

Laut itu kalau dilihat warnanya biru, tapi kok kalau airnya diambil untuk dibawa pulang airnya jadi warna bening? Kata guru SD saya, laut itu berwarna biru karena efek pantulan dari langit yang berwarna biru. Tetapi kata orang tua saya langit itu sebenarnya warnanya hitam, terlihat biru cerah karena mendapat pantulan dari biru laut.  Sungguh pernyataan yang mebuat bingung seorang anak kecil. Dan akhirnya setelah saya kuliah saya pun berusaha mencari jawaban tersebut.

Cahaya matahari matahari terdiri dari tujuh warna (merah, oranye, kuning, hijau, biru, nila, ultraviolet). Masing-masing warna memiliki panjang gelombang tersendiri. Kemampuan cahaya untuk menembus air tergantung pada panjang gelombangnya. Semakin pendek gelombang cahaya maka akan semakin besar kekuatannya untuk menembus air. Karena itu, cahaya warna merah akan terserap pada kedalaman  kurang dari 20 meter, dan setelah itu keberadaanya tersembunyi atau tidak terlihat. Disinilah mulai muncul kegelapan warna merah. Seandainya ada penyelam yang terluka dan berdarah di kedalaman kurang lebih 25 meter maka akan terlihat darah berwarna hitam bukan merah dikarenakan warna merah sudah tidak mampu menembus pada kedalaman tersebut.

Cahaya warna oranye terserap pada sekitar kedalaman 30 meter, setelah ada kegelapan warna merah maka di bawahnya ada kegelapan warna oranye. Cahaya warna kuning terserap pada kedalaman 50 meter. Cahaya warna hijau terserap pada sekitar kedalaman 100 meter. Pada kedalaman 200 meter cahaya warna biru terserap dan begitu seterusnya. Dengan demikian, terciptalah kegelapan warna chaya matahari di lautan secara berlapis-lapis, yang disebabkan air menyerap warna pada kedalaman yang berbeda-beda. Kegelapan di laut dalam semakin bertambah seiring kedalaman laut, hingga didominasi kegelapan pekat yang dimulai dari kedalaman lebih dari 200 meter. Pada kedalaman ini dimulai penurunan suhu yang memisahkan antara air permukaan yang hangat dan air kedalaman yang dingin. Selain itu, pada kedalaman ini terdapat gelombang dalam yang menutupi air dingin di kedalaman laur. Lalu cahaya tidak ada sama sekali pada kedalaman lebih dari 1000 meter. Terkait dengan sebaran kegelapan di kedalaman laut, para nelayan menemukan bahwa cahaya terhisap bahkan pada perairan yang jernih, bahwa dasar laut yang miring dan berpasir putih itu berubah warnanya secara bertahap, hingga tersembunyi secara total seiring bertambahnya kedalaman, dan bahwa tembusan cahaya itu berbanding terbalik dengan bertambahnya kedalaman.

Cahaya yang kita lihat di sini dari gambar di atas, berasal dari matahari dan terserap oleh awan, yang kemudian hanya memancarkan sebagian dari cahaya, yang mengakibatkan adanya lapisan kegelapan di bawah awan. Ini adalah lapisan pertama dari kegelapan. Kemudian ketika cahaya mencapai permukaan lautan, cahaya ini dipantulkan oleh permukaan gelombang yang memberikan efek terlihat berkilau. Dari sini dapat diketahui bahwa ketika ada gelombang,  intensitas pemantulan tergantung pada ketajaman sudut dari gelombang. Oleh karena itu, gelombanglah yang memantulkan cahaya dan juga menyebabkan kegelapan. Cahaya yang tidak dipantulkan masuk ke kedalaman lautan, makanya kita bagi lautan menjadi dua lapisan pokok, permukaan lautan dan kedalaman lautan. Permukaan lautan memantulkan cahaya dan hangat, sedangkan kedalaman lautan memiliki sifat kegelapan.

Jika dilihat dari paparan di atas, pertanyaan anak kecil tadi seolah sudah mendapat secercah titik terang. Air laut bisa berwarna biru karena lapisan air menyerap gelombang cahaya matahari (mejikuhibiniu). Dan molekul – molekul air ini menyerap warna – warna tersebut dan menyisakan warna biru karena cahaya warna biru memiliki panjang gelombang yang paling panjang dibandingkan warna – warna lainnya. Jangan berharap kamu bisa melihat warna biru pada sebuah gelas yang terisi air, karena lapisan air yang terdapat di segelas air tidak cukup untuk untuk menyerap warna cahaya yang diterima.

Selain itu dalam air laut mengandung banyak sekali partikel – partikel, mulai dari ikan, karang, plankton, dan biota laut lainnya. Serta ada juga zat organic terlarut yang dalam istilah Jerman disebut gelbstoff. Materi – materi inilah yang menyebabkan penyerapan cahaya matahari sehingga hanya menyisakan warna “dark blue” pada lautan. Selain penyerapan atau adsorpsi cahaya, warna laut juga disebabkan oleh penghamburan cahaya oleh makhluk – makhluk mikro di laut seperti fitoplankton (tumbuhan sangat kecil) dan zooplankton (hewan sangat kecil). semua faktor tersebutlah yang menyebabkan warna laut menjadi biru cerah kehijauan di daerah perairan laut tropis termasuk di Indonesia. Cahaya matahari yang berlimpah dan iklim panas sangat baik bagi pertumbuhan plankton, dan hal ini lebih menguatkan lagi untuk pembentukan warna cerah kehijauan di laut. Pantulan dari langit sebenarnya juga berperan tetapi hanya berperan kecil.

Lalu kenapa kalo air itu menyerap cahaya warna biru, kenapa air yang di sungai warnanya coklat muda atau kadang – kadang coklat pekat?


Pada dasarnya hampir sama seperti pada segelas air, lapisan air di sungai ini kurang cukup untuk melakukan penyerapan warna. Efek warna coklat disebabkan oleh endapan – endapan yang terkandung pada air sungai, karena biasanya sungai memiliki endapan lumpur atau tanah. Endapan ini sangat berpengaruh pada proses pembentukan warna air sungai.

Sumber :

http://kallolougi.blogspot.com

http://uleegle.wordpress.com


Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.